waktu adalah pedang

Blog penghujat Islam berkata :

Semua kegiatan ibadah Islam seperti sholat yang mewajibkan Muslim melakukan melakukan wudhu, puasa yang diikuti dengan sholat tarawih marathon, sholat² nafal di malam² tertentu di mana sawab dihitung lebih banyak untuk setiap ruku, pelafalan Qur’an setiap hari, sholat dan khotbah Jum’at, puasa Muharram, konferensi Islam, perayaan maulid Nabi, pelafalan doa, halaqa, darsi, chilla, shabina, minggu² panjang mengunjungi Karbala, Mekah, Madinah, Ajmer, ibadah haji, umroh, berziarah ke dargah, pusara Nabi, dll, dll, menjadikan umat Muslim pembuang waktu paling banyak dari seluruh umat beragama manapun di dunia.

BANTAHAN :

Blog penghujat Islam itu tidak tahu bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk menggunakan waktu sebaik2nya…

BAHKAN..

TIDAK ADA AGAMA YANG MEMBERI PERHATIAN BESAR TERHADAP WAKTU SELAIN ISLAM !!

Coba lihat,   dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang berkaitan dengan waktu…

Bahkan pada beberapa surat Allah Ta’ala bersumpah dengan waktu. diantaranya: “Wal-‘ashr (demi masa), wal-layl (demi malam), wal-fajr (demi fajar), wadh-dhuha’ (demi waktu dhuha), wan-nahar (demi siang ), dan masih banyak lagi…

mari sejenak kita berpikir, Allah Ta’ala bersumpah dengan waktu, ini menunjukkan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat penting dan kaum kaum muslimin harus benar-benar memanfatkan waktu dengan baik.

tidak hanya itu, lihat perintah sholat 5 waktu. Ini bukti bahwa Islam sangat memperhatikan dan mengatur waktu.

Bahkan banyak Ibadah yang pelaksanaannya mengikuti waktu2 tertentu. contoh : puasa, zakat, haji, dzikir pagi dan petang, dll.

lihat bagaiama kaum muslimin bangun disubuh hari. bahkan dianjurkan untuk bangun disepertiga malam akhir untuk sholat malam. kaum muslimin benar2 memanfaatkan waktu mereka dengan baik. beda dengan orang kafir yang tidak ada patokan dalam pengaturan waktu.

PERBEDAAN KAUM MUSLIMIN DAN KAFIR DALAM MEMANFAATKAN WAKTU

KAUM MUSLIMIN, mereka sungguh2 mengarti apa itu waktu dan untuk apa di beri waktu, dan bagaimana menggunakannya agar bermanfaat.

kita tahu bahwa kita dihidupkan dan diberi batas umur oleh Sang Pencipta. dan kita diberi hidup dan umur adalah sebagai ladang amal, untuk beramal sebanyak2nya untuk bekal hidup nan panjang dan abadi dimana tidak berharga lagi uang dan emas, hanya amal shalih saja yang bisa membantu kita.

maka umat Islam benar2 memanfaatkan waktu untuk beramal sholih, untuk beribadah. semua aktifitasnya diniatkan ibadah sehingga tidak ada satu perbuatanpun yang sia-sia. dia bekerja, belajar, makan minum bahkan tidurnya seorang muslim sangat berharga karena disamping untuk kesehatan, bisa bernilai ibadah jika niatnya benar.  maka dengan ini siapakah sebenarnya yang pandai memanfaatkan waktu ?

sedangkan orang kafir mereka tidak tahu makna waktu, mereka tidak tahu untuk apa mereka diciptakan, dan kemana mereka akan dikembalikan. mereka hidup tanpa arah dan tujuan yang jelas. hidup mereka hanyalah didunia ini saja sehingga mereka berusaha menikmati hidup dengan berbuat sesukanya. Mereka berbuat sesukanya dan menghabiskan waktu tanpa ilmu. yang mereka kerjakan tidak lain hanyalah memuaskan nafsu saja, tanpa berpikir untuk mencari bekal di akhirat kelak.

Umat Islam adalah umat yang paling adil, termasuk dalam mengatur keseimbangan waktu untuk dunia dan akhirat.

Lihat bagaimana Nabi salallahu ‘alaihi wassalam begitu sedikit beristirahat, beliau punya banyak istri namun sanggup mengatur waktu dengan baik, belum lagi mengurusi dakwah dan umat. Namun itu semua dapat beliau lakukan dengan baik, seimbang dan berhasil sehingga mencengangkan dunia, hanya dalam waktu 23 tahun saja beliau merubah jazirah arab dari zaman jahiliyyah menjadi zaman Islam yang penuh berkah..

Lihat bagaimana para sahabat NAbi dan para ulama, mereka adalah sosok yang sedikit beristirahat, mereka rajin ibadah, menghapal Al-Qur’an dan hadits, menulis kitab-kitab dsb namun tetap tidak ketinggalan urusan dunianya.

Umat Islam yang ingin meraih kemulyaan diakhirat dan mendapat kedudukan tinggi disurga tentunya akan lebih giat dalam beramal sholih, melakukan ibadah2 yang sunnah dan lebih mendekatkan diri kapada Sang Pencipta.

beberapa dalil tentang pentingnya waktu yang menunjukkan perhatian Islam terhadap waktu :

“Tidak akan beranjak kaki seorang hamba di akhirat kecuali setelah ditanya tentang empat perkara: ditanyakan tentang umurnya lalu bagaimana ia menggunakannya dan ditanyakan kepadanya tentang ilmu yang didapatkannya lalu apa yang dilakukannya dengan ilmu tersebut, ditanyakan kepadanya tentang harta yang ia dapatkan dari mana ia mendapatkannya dan kemana harta itu dibelanjakan dan ditanyakan kepadanya tentang jasadnya lalu kemana dipergunakannya. (HR.Tirmidzi yang telah dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitabnya Al-Jami’)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua ni’mat yang dilalaikan oleh manusia, manusia tertipu dengan nikmat tersebut: yaitu nikmat sehat dan waktu kosong.” (HR. al-Hakim yang telah dishahihkan Syaikh al-Albani dalam kitab Al-Jami’)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jagalah lima perkara sebelum datang yang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, waktu senggangmu sebelum datang waktu sempitmu, masa hidupmu sebelum datang waktu kematianmu.” (HR. Bukhori)

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang akan dia lakukan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan”. (QS. Al-Hasyar:18 )

MAKA AKAN MENYESALAH ORANG-ORANG KAFIR KARENA MEREKA TIDAK MENGGUNAKAN WAKTU DAN UNUR YANG DIBERIKAN UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH TA’ALA…

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dengan mengkhabarkan kepada kita tentang penyesalan orang-orang kafir di akhirat nanti: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ya Allah ya Rabbku: kembalikanlah aku ke dunia”. (QS. al-Mu’minun: 99)

Pada ayat berikutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan alasan kenapa mereka ingin kembali ke dunia: “agar aku bisa beramal Shaleh untuk memperbaiki apa yang telah aku tinggalkan.” (QS. al-Mu’minun: 100)

PERKATAAN BLOG PENGHUJAT ISLAM TSB TIDAK SEMUA BENAR DILAKUKAN UMAT ISLAM..

diantaranya : perayaan maulid Nabi, darsi, chilla, shabina, minggu² panjang mengunjungi Karbala,  Ajmer,  berziarah ke dargah,

Karena Perbuatan tsb sebagiannya adalah bid’ah yang tidak diajarkan dalam Islam..