INILAH BANTAHAN PERTAMA THD BLOG KAFIR TSB

METODE YANG DIA GUNAKAN ADALAH MENGAMBIL DALIL KEMUDIAN DI RUBAH ARTINYA, INI BUKTINYA

blog kafir penghujat Islam berkata :

“Islam merupakan cerminan bagus kelakuan obsessive/compulsive. Banyak hadis menunjukkan obsesi Muhammad dengan air seni, faeces (tahi), air mani, menstruasi, sex jorok dsb, belum lagi obsesinya agar dijaga setiap kali ia keluar rumah untuk buang hajat. Kesibukannya membahas hal-hal sekecil ingus sekalipun menunjukkan obsesi kuatnya dengan rutinitas urusan cuci mencuci aurat ini. Namun jangan salah! Tujuan pembersihan badan ala Islam ini sama sekali tidak bertujuan untuk mencegah penyakit.”

BANTAHAN :

Bagi manusia yang mempunyai sedikit akal akan mengatahui kesempurnaan Islam. Syariat islam adalah sempurna, Islam mengajarkan segala sesuatu mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. dari masalah buang air hingga pemerintahan,  dari masalah buang air hingga perang dsb.

Dari Shahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah pergi meninggalkan kami (wafat), dan tidaklah seekor burung yang terbang membalik-balikkan kedua sayapnya di udara melainkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan ilmunya kepada kami.” Berkata Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Tidaklah tertinggal sesuatu pun yang mendekatkan ke Surga dan menjauhkan dari Neraka melainkan telah dijelaskan semuanya kepada kalian” [1]

Dari Salman Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Orang-orang musyrik telah bertanya kepada kami, ‘Sesungguhnya Nabi kalian sudah mengajarkan kalian segala sesuatu sampai (diajarkan pula adab) buang air besar!’ Maka, Salman Radhiyallahu ‘anhu menjawab, ‘Ya!’”. Riwayat Muslim (no. 262 (57)), Abu Dawud (no. 7), at-Tirmidzi (no. 16) dan Ibnu Majah (no. 316), dari Salman al-Farisiz.

Imam Malik bin Anas [13] rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang mengadakan suatu bid’ah dalam Islam yang ia pandang hal itu baik (bid’ah hasanah), maka sungguh dia telah menuduh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhianati risalah agama ini. Karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agama-mu untukmu…” [Al-Maa-idah:[3]. (Imam Malik rahimahullah selanjutnya berkata), “Maka sesuatu yang pada hari itu bukanlah ajaran agama, maka hari ini pun sesuatu itu bukanlah ajaran agama”. (Al-I’tisham (I/ 64-65) tahqiq: Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilaly cet. I, th. 1412 H, Daar Ibni Affan)

beda dg agama lain yang tidak mengajarkan sedetail agama Islam. kita tanya apakah di agama mereka diajarkan bagaimana cara bersuci, menghilangkan najis, mandi, buang air ? bahkan cara ibadahpun mereka amburadul !! lain dg Islam yang tidak hanya mengajarkan ibadah, hukum kenegaraan, namun juga cara makan, mandi membuang najis dll. sampai sampai seorang yahudi takjub ketika mengetahui hal tsb. ada seorang yahudi bertanya kepada Umar bin Khottab tentang ayat terakhir turun (al-Maidah : 3). maka orang yahudi tsb mengatakan  seandainya ayat tsb turun kepada kami, niscaya akan kami jadikan hari perayaan. ayat tsb adalah “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”

Blog kafir berkata :

Abu-Dawud Book 1, Number 13:
Diriwayahkan Jabir ibn Abdullah: Rasulullah (saw) melarang kami menghadap kiblat saat buang air kecil. LALU saya melihatnya menghadapnya (kiblat) sambil buang air kecil, setahun sebelum kematiannya.

Bantahan :

ada beberapa pendapat ulama tentang hukum kencing menghadap kiblat. ada yang berpendapat larangan mengahdap kiblat ketika kencing adalah makruh tidak sampai haram berdasarkan hadits :

hadits Jabir bin Abdillah dimana beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَانَا عَنْ أَنْ نَسْتَدْبِرَ الْقِبْلَةَ أَوْ نَسْتَقْبِلَهَا بِفُرُوجِنَا إِذَا أَهْرَقْنَا الْمَاءَ قَالَ ثُمَّ رَأَيْتُهُ قَبْلَ مَوْتِهِ بِعَامٍ يَبُولُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang membelakangi kiblat atau menghadapnya dengan kemaluan kami, ketika kami mengucurkan air (kencing). Namun di kemudian hari saya melihat beliau -shallallahu ‘alaihi wasallam- setahun sebelum wafatnya kencing menghadap kiblat.” (HR. Ahmad: 3/360)
Mereka menyatakan: Dalil yang menyatakan Nabi -alaihishshalatu wassalam- menghadap dan membelakangi kiblat menunjukkan bolehnya hal tersebut, sementara dalil yang melarangnya menunjukkan perbuatan itu makruh. lebih jelas baca

ada pula pendapat yang mengatakan bahwa jika didalam ruang tertutup (kamar kecil, toilet dan yg semisal) boleh menghadap kiblat, namun jika tidak ada penghalang / terbuka maka tidak boleh menghadap kiblat.

Adapun pendapat yang rajih menurut Syaikh Abdul Aziz Al-Muhammad As-Salman adalah mengamalkan hadits Abu Ayyub Radhiyallahu ‘anhu karena itu yang lebih berhati-hati, yaitu menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang hajat besar atau kecil di dalam bangunan atau di luar bangunan (tempat terbuka) adalah haram.

[Pendapat in juga telah dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ibnu Al-Qayyim menjelasakan bahwa apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (buang hajat dengan menghadap kiblat) adalah merupakan kekhususan beliau. Disamping itu, ada kaidah yang berbunyi, “Apabila bertentangan antara ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan perbuatan beliau, maka yang didahulukan adalah ucapannya”. Contoh yang lain adalah beliau membatasi umatnya menikah tidak boleh lebih dari empat (yaitu lewat ucapannya), padahal beliau sendiri menikah dengan sembilan wanita (dan ini adalah perbuatannya), maka yang didahulukan adalah ucapannya]

blog kafir berkata :

Abu-Dawud Book 1, Number 40:
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin: Rasulullah (saw) mengatakan: Barang siapa pergi buang hajat, ia harus membawa TIGA BATU untuk mencuci diri. Itu cukup baginya.

Bantahan :

Blog ini sring bahkan selalu mencomot hadits Nabi, namun, kalau ga dhoif ya disimpangkan artinya. contohnya hadits diatas. makna yang benar adalah “Artinya : Apabila salah seorang di antara kamu pergi ke tempat buang hajat besar, maka bersihkanlah dengan menggunakan tiga batu karena sesungguhnya dengan tiga batu itu bisa membersihkannya” [Hadits Riwayat Ahmad VI/108, Nasa’i no. 44, dan Abu Dawud no 40. Dan asal perintah menggunakan tiga batu ada dalam riwayat Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu hadits no. 155] ini bukan berarti bersuci harus dg batu !! hal itu digunakan jika tidak ada air untuk istinja. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu dia berkata.

“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempat buang hajat lalu saya dan seorang pemuda sebaya saya membawakan satu bejana dari air dan satu tombak kecil lalu beliau beristinja (bersuci) dengan air itu” [Hadits Shahih Riwayat Bukhari no. 151 dan Muslim no. 271]

Hati-hatilah akan Jin/gendruwo

Nabi memerintahkan untuk berdoa : Allahumma innii a’uudzu bika minal-khubusyi wal-khabaaisyi.

“Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan” [Hadits Riwayat Bukhari no.142,5963 dan Muslim no.375] hal ini menunjukkan bahwa tempat kotor adalah tempat favorit jin,  dan mereka hendak membuat manusia tidak berhati2 dalam buang air sehingga pakaiannya terkena najis, dan akhirnya tidak sah jika dipakai sholat. sekali lagi ini menunjukkan kesempurnaan Islam.

blog kafir berkata :

Gunakan tanah lunak didekat tembok!

Abu-Dawud Book 1, Number 3:
Abu Musa menjawabnya dan menulis: Suatu hari saya bersama dengan rasulullah (saw). Ia ingin buang air kecil. Lalu ia datang pada tanah lunak di sebuah tembok dan buang air. Ia (nabi) kemudian mengatakan:
Barang siapa dari kalian ingin buang air, ia harus mencari tempat (seperti ini).

BANTAHAN :

Menjauh dari Pandangan Manusia

Berkata Ibnul Mundzir rahimahullah: “Kabar yang pasti dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwasanya bila ingin buang hajat beliau pergi ke tempat yang jauh dari penglihatan manusia, namun bila sekedar buang air kecil beliau tidak menjauh dari mereka”. (Al Ausath, 1/321)

Hal ini sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pergi untuk membuang hajat hingga tersembunyi dari para shahabatnya. (HR. Al Bukhari no. 203 dan Muslim no. 274 dari Al Mughirah ibnu Syu`bah z).

Abdurrahman bin Abi Qurad radliallahu anhu berkata: “Aku pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ke tempat buang hajat. Kebiasaan beliau ketika buang hajat adalah pergi menjauh dari manusia”. (HR. An Nasa’i no. 16 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Muqbil dalam Al Jami`ush Shahih, 1/495).

Saking menjauhnya beliau dari manusia sampai-sampai beliau pergi ke Mughammas (sebuah tempat yang jauhnya sekitar dua mil dari kota Makkah) untuk keperluan buang hajat ini. (HR. Abu Ya‘la, 9/476 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Muqbil dalam Al Jami‘ush Shahih, 1/495)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila ingin buang hajat dalam safarnya pergi hingga tersembunyi dari pandangan para shahabatnya, dan terkadang beliau menjauh sampai 2 mil. Beliau menutup dirinya ketika buang hajat, terkadang dengan berlindung di balik tempat tinggi, terkadang di balik kebun kurma dan terkadang dengan pepohonan yang tumbuh di lembah”. (Zaadul Ma`ad, 1/43)

blog kafir berkata :

Gunakan BASKOM seperti Muhammad di malam hari

Abu-Dawud Book 1, Number 24:
Diriwayahkan Umaymah puteri Ruqayqah: nabi (saw) memiliki baskom kayu dibawah tempat tidurnya, tempatnya pipis pada malam hari.

Bantahan :

sungguh keji tuduhan kafir ini, Nabi tidaklahbuang air di bejana, namun bejan tsb digunakan untuk bersuci. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu dia berkata.

“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke tempat buang hajat lalu saya dan seorang pemuda sebaya saya membawakan satu bejana dari air dan satu tombak kecil lalu beliau beristinja (bersuci) dengan air itu” [Hadits Shahih Riwayat Bukhari no. 151 dan Muslim no. 271].

bahkan Nabi SAW melarangnya, Diriwayatkan dari (Abu Hurairah) r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda, “engkau tidak boleh buang air kecil di atas genangan air yang tidak mengalir sebab (mungkin kau memerlukannya untuk) mandi (bersuci) di dalamnya”.

blog kafir berkata :

Abu-Dawud Book 1, Number 22:
Diriwayahkan Amr ibn al-’As: AbdurRahman ibn Hasanah melaporkan: Saya dan Amr ibn al-’As pergi ke nabi (saw). Ia keluar dengan tameng kulit (ditangannya). Ia menutupi tubuhnya dengannya dan buang air kecil. Lalu kami mengatakan: Lihatlah! Ia (nabi) buang air seperti seorang wanita…

Bantahan :

sekali lagi orang kafir ini dengan seenaknya mengartikan hadits seudele dewe !!

Tidak ada aturan dalam syari’at tentang mana yang lebih utama kencing sambil berdiri atau duduk, yang harus diperhatikan oleh orang yang buang hajat hanyalah bagaimana caranya agar dia tidak terkena cipratan kencingnya. Jadi tidak ada ketentuan syar’i, apakah berdiri atau duduk. Yang penting adalah seperti apa yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan.

BOLEHKAH BUANG AIR KECIL SAMBIL BERDIRI?

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Bolehkah seseorang buang air kecil sambil berdiri ? Perlu diketahui bahwa tidak ada bagian dari tubuh atau pakaian yang terkena najis tersebut ?

Jawaban
Boleh saja buang air kecil sambil berdiri, terutama sekali bila memang diperlukan, selama tempatnya tertetutup dan tidak ada orang yang dapat melihat auratnya, dan tidak ada bagian tubuhnya yang terciprati air seninya. Dasarnya adalah riwayat dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salalm pernah menuju sebuah tempat sampah milik sekelompok orang, lalu beliau buang air kecil sambil berdiri. Hadits ini disepakati keshahihannya. Akan tetapi yang afdhal tetap buang air kecil dengan duduk. Karena itulah yang lebih sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, selain juga lebih dapat menutupi aurat dan lebih jarang terkena cipratan air seni.

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juz Awwal edisi Indonesia Fatawa bin Baaz I, Penulis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz, Penerjemah Abu Umar Abdullah, Penerbit At-Tibyan  Solo]

blog kafir berkata :

(Memangnya si mamad ngapain aja sih di tempat buang hajat, kok minta ampun mulu!?!)

bantahan :

orang kafir ini sungguh kurang ajar !!

justru hal ini menunjukkan kesempurnaan Islam, mengajarkan seluruh do’a termasuk do’a keluar dari buang hajat !!!

“Artinya : Aku mohon ampun kepadaMu” [Hadits Riwayat Ahmad VI/155, Abu Dawud no.30, Tirmidzi no.7 dan Ibnu Majah no.300]

kita diperintahkan untuk sering memohon ampun dalam setiap keadaan. Nabi SAW adalah orang yang telah diampuni semua dosanya dan dijamin surga, namun beliau tetap memohon ampunan sebagi ibadah kepada Alloh SWT.

blog kafir berkata :

Air seni Perempuan lebih KOTOR dari air seni Lelaki!!

Bantahan :

sekali lagi orang kafir ini mengubah arti teks hadits !!

seharusnya hedits tsb berbunyi :

“Artinya : Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus
dicuci, sedangkan pakaian yang terkena kencing bayi laki-laki cukup
dipercik dengan air.”

Dalam riwayat lain menurut Abu Daud.

“Artinya : Pakaaaian yang terkena air kencing bayi perempuan hatrus
dicuci,
sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki makaa
diperciki dengan aire jika belum mengkonsumsi makanan.”

justru ini menunjukkan  kemuliaan Islam, mengajari manusia bahwa air seni bayi laki-laki yang hanya minum ASI berbeda dengan air seni bayi perempuan !!!ga percaya silahkan adakan penelitian ilmiyah tentang air seni bayi !!

blog kafir berkata :

Muslim Book 2, Number 541:
Abu Huraira mengatakan : Barang siapa bangun dari tidur, ia tidak boleh meletakkan tangannya pada (anunya) sebelum ia mencucinya tiga kali, karena IA TIDAK TAHU DIMANA LETAK TANGANNYA PADA MALAM ITU.

Bantahan :

memang tidak ada jalan bagi orang kafir untuk mencela Islam kecuali dengan merubah makna Al-Qur’an dan hadits.

hadits diatas yang benar adalah

“Kalau salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka hendaknya dia mencuci kedua tangannya terlebih dahulu sebanyak tiga kali, sebelum dia memasukkannya ke dalam bejana, karena dia tidak mengetahui dimana tangannya bermalam.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

lihat : kata bejana ia rubah menjadi “anu”nya !!

silahkan nilai sendiri kekejian orang ini !!

SILAHKAN BACA

adab buang hajat ini juga